Paracetamol – bayi – asthma.
Paracetamol, yang kita ketahui sebagai obat ampuh untuk menghilangkan rasa sakit dan deman. Nah suatu studi yang berkaitan dengan pemberian parasetamol pada bayi yang dipublikasikan didunia maya, tentang kaitan antara parasetamol dengan resiko mengidap penyakit asma, tentu membuat rasa kuatir bagi kita terutama yang masih mempunyai anak bayi. Barangkali hal terpenting yang dapat disimpulkan adalah agar tidak sembarangan memberikan sediaan parasetamol pada anak bayi, sebaiknya tetap mengikuti saran dan petunjuk dari dokter.
Demikianlah beritanya : Paracetamol adalah suatu sediaan obat yang efektif bagi perawatan untuk demam tinggi. Penggunaan paracetamol pada bayi meningkatkan resiko mengidap penyakit asma.
Dalam masa lima tahun terakhir ini, dari suatu hasil studi pada lebih dari 205.487 anak di 31 negara, terdapat 22-28 persen terjangkit asma.
Pemberian analgetika dan antipiretika ini pada tahun pertama kehidupan mempunyai resiko terkena penyakit asma, rhinoconjunctivitis, dan eczema pada sejumlah 46 persen anak diusia enam atau tujuh, demikian dilaporkan The Lancet.
Peneliti tidak dapat memastikan secara langsung bahwa obat ini meningkatkan sakit asma atau ada faktor lain yang menjadi penyebab.
Profesor Jeffrey Aronson, presiden dari British Pharmacological Society, berkata paracetamol dan sakit asma mempunyai asosiasi riil antara keduanya. “Kami mengkonfirmasikan penemuan sebelumnya dan menggaris bawahi pentingnya suatu rekomendasi, agar tidak memberikan paracetamol secara reguler kepada anak kecil dan pemberiannya hanya pada kasus demam, rasa sakit dan kegelisahan yang jelas nyata.
Pimpinan studi ini Profesor Richard Beasley dari Universitas Auckland berkata: ” Kita menekan penemuan tidak menjadi suatu alasan untuk menghentikan penggunaan paracetamol dimasa kanak-kanak. ” Bagaimanapun penemuan ini, tetap berpedoman pada petunjuk dari WHO yang merekomendasikan penyediaan paracetamol untuk anak-anak dengan suatu demam tinggi (38.5 derajat Celcius atau lebih).
Para ahli berkata : Penggunaan obat ini untuk kasus temperatur tinggi masih diperlukan.