taradigading

Just another WordPress.com weblog

Pernikahan tradisionil Denmark

tinggalkan komentar »

Saya memperoleh sebuah undangan dari teman yang akan mengawinkan putrinya dengan seorang pria Denmark pada pertengahan Desember ini, dengan catatan ‘mengharapkan kehadiran kami’. Wah,….. jauh benar di Denmark, lain lagi persoalan duitnya. Dengan sangat menyesal saya mengecewakan dia dan juga menyesali tidak terwujudnya keinginan saya untuk melihat upacara ini. Untuk sekedar mengetahui saya mencoba mengubek-ubek tentang upacara perkawinan di Denmark didunia maya. Sungguh beruntung sekali dapat menemukan website Tina Noga dalam artikelnya dan video, Traditional Danish wedding with all the customs, beauty and fun, yang memberikan gambaran pernikahan tradisionil di Denmark. Dia menceritakan prosesi upacara, pernikahan tradisional,…………. Yah semuanya indah, menarik dan menyenangkan.

Di Denmark, ada yang disebut “Gate of Honor”, karya arsitektur dari cabang cemara yang dihiasi dengan bunga, dibangun di depan rumah keluarga pengantin perempuan. Gerbang ini dapat dilekatkan dipintu rumah ataupun berdiri bebas. Gerbang ini juga dapat didirikan kembali pada ulang-tahun perkawinan perak (silver anniversary).

gate-of-honor-paul

Wedding Cake tradisional yang dinamakan ‘Kransekake‘, kue marzipan ring kue adalah kue tradisi yang terbuat dari almonds, pastilage dan marzipan.  bagian luarnya dihiasi dengan adonan gula dengan indah, dibagian dalamnya diisi dengan buah segar, permen dan kue almond. Pememotong kue dilakukan bersama oleh pasangan menikah dan semua tamu.

Resepsi pernikahan di Denmark ; Tentunya dilakukan setelah prosesi di gereja, pada saat yang telah ditentukan pengantin perempuan akan meninggalkan perjamuan dan pada saat itu semua tamu perempuan mencium pengantin lelaki, dan sebaliknya.
Menurut tradisi Denmark, penerimaan tamu akan berkumpul di sekitar semua laki-laki, selama menari dan acara-acara, untuk memotong ujung kaus kaki dengan gunting.

450px-kransekake-600px-kransekake_rings

Selanjutnya, adalah kisah dari Tina Noga ; 31 Mei 2008 merupakan hari besar bagi keluarganya, hari pernikahan indah ayahnya dengan pacarnya. Dalam artikelnya dia mendapatkan gambaran tentang apa yang dimaksud dengan pernikahan tradisional Denmark.

Secara tradisional, mereka berembuk dengan pacarnya, mereka membeli cincin pernikahan bersama (dan biasanya berbagi biaya). Persiapan dan biaya pernikahan yang juga bersama-sama antara laki-laki dan perempuan.
Seperti untuk gaun, itu dibeli oleh wanita dan tidak akan dilihat oleh orang lain sebelum pernikahan. Pengantin perempuan perlu memakai empat hal: sesuatu yang baru, lama, dipinjam dan biru. Membeli dan mempersiapkan karangan bunga perkawinan adalah kerjaan laki-laki.

Malam sebelum pernikahan pengantin perempuan dan laki-laki sedang tidur secara terpisah. Di Denmark setiap pasangan hidup bersama untuk beberapa tahun sebelum mereka menikah dan karena itu pemisahan untuk satu malam adalah untuk membuat perbedaan antara hari pernikahan dan hari lain.
Pada hari pertama dalam pernikahan itu sendiri yang laki-laki tiba di gereja 30 menit sebelum pernikahan dan pengantin perempuan tiba 5 menit kemudian yang dipimpin oleh pengantin laki-laki.  Namun, banyak pasangan di Denmark lebih suka  pernikahan sekuler di balai kota.

Setelah upacara pernikahan gereja (atau balai kota), sekeluarnya mereka dari gereja akan disambut oleh teman-teman di luar dengan lemparan beras (tidak dimasak).  Ini merupakan simbolik fertilitas.

Tamu undangan dalam peristiwa pernikahan di Denmark, biasanya dilakukan jumlah tamu yang terbatas. Mereka, biasanya hanya mengundang keluarga dan teman dekat sehingga rata-rata kira 25 – 80 tamu (biasanya tidak lebih).
Setelah ini ada acara makan malam yang indah dengan banyak pidato, lagu, permainan, dan tarian. Secara khusus ada penyampain pidato : 1. Ayahnya pengantin laki,  2. Ayahnya pengantin wanita, 3. Pengantin, 4. Keluarga, 5. Teman-teman.

Berikut ini adalah dua kebiasaan yang bergantian selama resepsi pernikahan:

  1. ketika pengantin laki meninggalkan ruangan, semua tamu laki-laki akan memberikan ciuman kepada pengantin perempuan dan sebaliknya ketika pengantin wanita meninggalkan ruangan semua tamu perempuan memberikan ciuman kepada pengantin laki-laki.
  2. Semua tamu akan membenturkan piring atau gelas (banyak kali selama perkawinan) sampai pengantin perempuan dan laki-laki mereka naik ke kursi dan saling kiss di depan semua orang.

Last but not least, pernikahan  harus menari wals sebelum jam dua belas tengah malam dan laki-laki yang lift tamu yang laki-laki dan potongan ujung dari kaus kaki pada kedua kaki.  Peran yang melambangkan sekarang dia sebaiknya tidak lagi berjalan pada jejak wanita lain.
Malam berakhir dengan banyak menari, minum dan Denmark hygge.

Namun, banyak pasangan di Denmark lebih suka pernikahan sekuler di balai kota.

Sumber dan info lebih lanjut : 1, 2, 3, 4,

Written by sintanauli

November 16, 2008 pada 12:00 am

Ditulis dalam culture

Ditandai dengan

Tinggalkan Balasan