sebuah buku Dressed to kill
Memang merepotkan bagi saya yang awam ini,…….. ketika membaca sebuah diskripsi hasil studi medical-anthropologist yang dibuat berdasarkan kaidah antropologi, diterbitkan dan mendapat penolakan dari kalangan medis.
Dressed to Kill, sebuah buku oleh Sydney Ross Singer dan Soma Grismaijer yang menguraikan hubungan antara bra dengan kanker payudara. Menurut penulis, bra bersifat menghambat (inhibit) aliran kelenjar getah bening. Buku yang menyatakan bahwa bra menyebabkan kanker payudara dinyatakan sebagai rumor oleh masyarakat medis dan ilmiah, National Cancer Institute, American Cancer Society yang menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan bra dan kanker payudara.
Dalam buku mereka, Singer dan Grismaijer mendiskusikan – memakai bra kemunkinan menjadi salah satu penyebab kanker payudara.
Dalam diskripsi Dressed To Kill 1991-93 Bra and Breast Cancer Study, diteliti kebiasaan memakai bra dan sikap dari sekitar 4.700 perempuan Amerika, hampir setengah dari mereka telah memiliki insiden kanker payudara. Hasil studi menunjukkan bahwa memakai bra diatas 12 jam sehari secara dramatis meningkatkan timbulnya kanker dada. Wanita tanpa bra menunjukkan insiden yang sama dengan kanker dada pada laki-laki, sedangkan orang-orang yang memakai bra yang 18-24 jam setiap hari ada lebih dari 100 kali lebih besar insiden kanker payudara daripada melakukan bra bebas perempuan.
Secara teori, mereka menjelaskan, bahwa bra, busana elastis yang dirancang untuk membungkus payudara, menimbulkan tekanan konstan pada jaringan lunak payudara, menekan dan menyebabkan penyempitan kelenjar getah bening. Bukti dari penyempitan ini adalah menjadi takikan berwarna merah merah dikulit yang ditinggalkan oleh kutang itu. Sedang peran dari kelenjar getah bening akan membilas ke luar toksin dan debris dari jaringan, pelemahan dari aliran lymphatic dapat mendorong kearah toksifikasi jaringan payudara. Toksin ini termasuk endogenous toksin dihasilkan akibat dari jaringan hypoxia, serta exogenous toksin yang diperoleh dari makanan, air dan udara yang tercemar oleh polutan petrochemically. Kebanyakan dari ini toksin ini bersifat karsinogenik.
Lebih lanjut dikatakan,……….. Tentu saja, bra bukanlah diartikan sebagai penyebab kanker payudara, tetapi bra menyebabkan toksin terkonsentrasi dalam jaringan payudara. Menariknya, ketika anda melihat statistik di seluruh dunia tentang kanker payudara, jelas bahwa itu hanya masalah budaya di mana bra dipakai. Tanpa bra, laki-laki dan perempuan mempunyai insiden kanker payudara yang sama rendahnya. (full story: theherbaladvisor).
Meskipun mereka tidak mematuhi semua protokol studi ilmiah medis, mereha berharap bahwa industri medis akan menindaklanjuti dengan penelitian lebih lanjut baik untuk memverifikasi atau menolak temuan-temuan mereka. (full story: wikipedia) Temuan studi mereka adalah:
- 3 dari 4 wanita yang mengenakan kutang mereka 24 jam per hari, insiden kanker payudara.
- 1 dari 7 wanita yang mengenakan kutang lebih dari 12 jam per hari tetapi tidak dipakai ketika tidur, insiden kanker payudara.
- 1 dari 152 wanita yang mengenakan kutang mereka kurang dari 12 jam per hari, insiden kanker payudara.
- 1 dari 168 wanita yang jarang atau tidak pernah mengenakan kutang, insiden kanker payudara.
Buku ini, adalah sebuah kontroversi yang dikaitkan dengan keserakahan dari dunia mode dan industri medis: “Bra adalah industri multi-milyar dan miliaran dolar yang dikeluarkan setiap tahun menyelidiki dan merawat penyakit ini. Ironisnya, berakhir dengan kanker payudara menyebabkan kesulitan keuangan bagi banyak orang.
Dalam menghadapi pertanyaan publik melalui email, tentang buku Dressed to Kill, American Cancer Society menanggapinya sebagai rumor dan membuat penjelasan Bras dan Breast Cancer sebagai berikut:
Email ini sebuah rumor yang menyatakan bahwa memakai bra untuk seluruh hari yang menekan sistem kelenjar getah bening dari payudara, sehingga terjadi akumulasi toksin yang yang menyebabkan kanker payudara. Juga dikatakan “Bra-burning tidak lagi menjadi isu feminis … ia kini merupakan peperangan antara hidup dan mati.”
Faktanya,…. Tidak ada studi ilmiah yang menunjukkan pemakaian berbagai jenis bra menjadi penyebab kanker payudara. Email nampaknya didasarkan pada tulisan dari suami-istri tim medical anthropologists, keduanya anthropologists menyatakannya dalam buku Dressed to Kill. Studi mereka tidak dilakukan sesuai dengan standar prinsip penelitian epidemiological dan tidak mempertimbangkan variabel lain, termasuk faktor risiko untuk kanker payudara.
Belum ada suatu studi epidemiologi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang menyarankan bra berkontribusi langsung ke risiko kanker payudara atau kemungkinan penekanan oleh bra menyebabkan kanker payudara.
Apapun ukuran payudara perempuan, apakah slim atau heavy, tidak ada bukti epidemiologic yang meyakinkan tentang penggunaan bra akan beresiko kanker payudara. Selain itu, dugaan mekanisme yang diusulkan dalam buku (blokade aliran kelenjar getah bening menyebabkan penumpukan toksin) tidak konsisten dengan konsep ilmiah fisiologi dan patologi payudara. (full story: cancer.org)