Mencari Giant Budha ketiga di Afghanistan
Afghanistan, di Bamiyan, ahli arkeologi Zemaryalai Tarzi sedang menggali penemuan dan memugar peninggalan penting abad keempat seperti kepala Buddha.
Ketika kaum Taliban meledakkan dua patung kolosal Buddha di Bamiyan pada tahun 2001, tidak ada orang yang lebih dikecewa dibanding Tarzi, yang telah melindunginya dengan penguatan baja pada tahun 1970-an, sebab ketika itu dia menjabat Direktur Arkeologi Afghanistan. Tarzi pergi ke pengasingan pada tahun 1979, tahun yang bersamaan dengan invasi pasukan Soviet ke negerinya. Setelah Soviet keluar pada 1989, Afghanistan mengalami perang saudara. Selanjutnya Taliban yang memerintah selama lima tahun, sampai Amerika Serikat mengalahkan mereka pada tahun 2001.
Kini ia ditentukan untuk merestorasi kekayaan kuno di Bamiyan, ia kembali untuk suatu penggalian baru pada tahun 2002, setelah 23 tahun di pengasingan. Tarzi dengan giat mencari giant Budha yang ketiga – satu patung dalam posisi berbaring dan dipercaya sepanjang 1,000 kaki (300 meter) terpendam dalam tanah.

Pada tahun 2001 patung setinggi 38 meter ini diledakkan oleh Taliban blew it up.

Pemulihan merupakan aspek penting dari karyanya, yang sebagian didukung oleh ekspedisi National Geographic Society’s Expeditions Council. Tarzi dan timnya yang terdiri dari para siswa, arkeolog, dan museum restorers telah membersihkan dan merestorasi berbagai patung Buddha yang ditemukan di Bamiyan. Lokasi penggalian berdekatan dengan taman nasional pertama di Afghanistan, Band-i-Amir national park. Bisakah tourisme Afghan berkembang disuatu hari? “Sementara iklim politis sekarang sedang meragukan, sementara hasil dari penggalian ku telah memberikan peluang untuk memulai kembali turisme,” kata Tarzi.

Tarzi dan timnya telah menemukan kepala Budha dan lainnya yang berasal dari lebih 1.500 tahun lalu. “Ini objek dari masa lalu, dan cerita yang berasal dari situs mereka, akan menjadi sumber inspirasi dan membantu orang-orang Afghanistan untuk menemukan kembali kisah masa lalu mereka,” ujar Tarzi.

Pada tahun 2006, Tim Tarzi menggali Bamiyan Great Stupa, tempat ibadah Buddha.
Pada tahun 2007, Tim Tarzi menemukan koin emas berdiameter 3-4 cm, satu setngah jali lebih besar daripada coin dollar AS. Temuan ini diperkirakan pada abad keempat semasa raja Kidara Masing-masing adalah sekitar satu seperempat inci (3.4 cm) in diameter, sedikit lebih besar dari koin setengah dolar AS.
Pada tahun 2008, Tarzi dan timnya yang terbongkar 62-kaki (19 meter) Mereka bertelekan Budha – jauh lebih kecil dibandingkan dengan Sleeping Budha 1.000 kaki (300 meter) ia bertekad untuk menemukan. “Penggalian saya merupakan bagian dari program ilmiah yang bermanfaat bagi semua orang,” kata Tarzi pada musim semi 2009.
sumber dan informasi lebih lanjut: nationalgeographic.