about us
Orang pinggiran, diperkotaan Pematangsiantar belajar internet dan berusaha mengurangi ‘gagap teknologi’. Menatap dunia, melihat lingkungan dan menggapai cita-cita.

Ai nunga mumpat, angka talutuk
Ai nunga sega inang da gadu-gadu.
Ai nunga salpu uhum naburuk.
Ai nunga ro inang da uhum naimbaru.
Ula dainang ma gadong
Asa denggan hangoluanmu
Taradigading-dang-ding-dang-dong
orang siantar ya pak??
benar dik, Terimakasih atas kunjungannya
Myryani
November 1, 2008 at 2:36 pm
Selamat ya…Sintanauli, masuk kategori blog dengan pertumbuhan cepat. kasi rahasianya dong, minum susu apa biar perkembangannya keatas dan kesamping. Horas
estonhasiant
Desember 1, 2008 at 7:57 am
Nang pe Batak ahu, susssahhhh do hape manurat “taradigadingdangdong”, ikkon copy paste ma!
Horas dohot Mauliate. Mura mandok, maol manurathon, botul! Nang hami pe kadang-kadang olodo marpeolan manurathon, alai menurut hami dibagasan ende i, terdapat filosofi hidup yang up to date dimasa saonari on. Beha pendapat ni Tulang? Merry X’mas
estonhasiant
Desember 1, 2008 at 8:11 am
wah di Siantar di mana??
Saya alumnus SMA Negeri 4 Siantar angkatan 2004, dulu ngekos di Jl Linggarjati.
Salam kenal dari saya.
Horas!
dari namanya kan sudah jelas, Sintanauli kelurahan Aek Nauli Kecamatan Siantar Selatan. Foto ini adalah gerombolan kami disimpang jalan D.I.Panjaitan dan jalan Ricardo Siahaan Pematangsiantar.
Terima kasih atas kunjungannya, Horas dan Merry X’mas.
rotyyu
Desember 1, 2008 at 3:13 pm
Selamat Tahun Baru. Semoga Sintanauli dan Taradigadingdangdong makin sukses di 2009 ini.
Horas
estonhasiant
Januari 6, 2009 at 4:49 am
Horas Bang, asyik juga photonya, kayaknya masyarakat banget dan sambil ngopi pasti ngrumpi 2 ya Bang, sekilas info, aku hampir jadi orang batak lho, karena calonku dulu batak dan aku diberi boru sama mereka, tapi Tuhan berkehendak lain, Aku suka photonya Low Profile banget dan akrab sepertinya uenak gitu. Okay sukses untuk anda.
Regards, agnessekar.woedpress.com
agnessekar
Januari 26, 2009 at 7:55 am
Horas
Salam kenal tu dongan par Siantar
Btw, foto diatas.. pemilik blog yang mannnnaaa sehhh…?
Desy Pardede
Januari 26, 2009 at 12:34 pm
Horas bah,
Ingat Siantar, ingat Pangsitnya
Ingat Siantar, ingat bakpao dagingnya
Ingat Siantar, ingat Roti Gandanya..
Hahaha, na diingot holan sipangonan na tabo i. Iadung pe iba ndang par-Siantar, ale berkesan situtu do kota on.
Salam kenal bah. Marga aha tahe hamu lae?
roded
Januari 27, 2009 at 12:04 am
SUKSES….
andrestr02
Januari 27, 2009 at 1:07 pm
Bang aku tampilkan Pengentasan Kemiskinan di kalteng yang paling manjur adalah dengan menerapkan program PM2L Coba deh terapkan di daerah Abang., mau lebih tau tentang PM2 L ( Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu ) Lihat site dibawah ini. Okay sukses untuk anda.
Regards, agnessekar.wordpress.com
Terima kasih dik, Saya telah membaca artikelnya dan menyimpulkan berbahagialah daerah anda karena berhasil mengadvokasikan dan mengimplementasikan program PM2L yang pada dasarnya bersendikan kearifan lokal dan pendekatan rural ditingkat propinsi.
Sungguh berbeda dengan kondisi specifik daerah kami Pematangsiantar (daerah perkotaan, multi etnis) yang juga mengutamakan pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Dalam pemikiran kami salah satu alat untuk menghapuskan kemiskinan adalah seberapa besar sumber daya yang akan digunakan untuk menghapuskan kemiskinan. Bagaimana mengadvokasikan dan implementasinya lain lagi. Dalam pengadvokasiannya hanya ’sebatas dapat diterima’ tetapi dalam implementasi akan menghadapi ‘beton penghalang’, karena hampir 80 % sumber pembiayaan (DAU) telah terpakai untuk belanja aparatur yang demikian gendutnya, dan akhirnya hanya tersisa kurang dari 20 % untuk belanja publik. Sedang DAK harus mengikuti ketentuan universal. Bagaimana membuat keseimbangan kedua jenis pembiayaan ini, tampaknya sangat tergantung kepada kemauan top otoritas dan legislatif. Berbagai studi banding telah dilakukan seperti ke Jembrana (alokasi belanja aparatur dan belanja publik seimbang), tetapi hasilnya hanya sebatas ‘dapat difahami’. Dikala pihak otoritas hanya menganut prinsip ‘indikator proses’ dan mengabaikan ‘indikator output’ tentu bagaimana pula kita bisa berharap outcomes berupa partisipasi masyarakat akan tergali, diperberat lagi dengan adanya pertentangan tajam antara eksekutif dan legislatif.
Akhirnya untuk adik Agnes,…….. PM2L sukses!!!! Terima kasih.
agnessekar
Februari 2, 2009 at 6:51 am
hutallik-tallik, bona ni pisang …
bah, holani do na binoto.
horas ma di hamu lae sintanauli, par siantar do hape hamu. par siantar hian do au, alai nunga 10 tahun borhat sian i. saonari maringanan di jakarta. molo sai hupannotnoti foto na dison, tar na markacamata on do ra hamu, ate? alai tung na di dia petaho, dang na i apala na porlu. balga situtu roha tu dongan par siantar, jala molo binereng hatop do tarbarita blog mu on. tu joloan on, dang holan di indonesia sambing be alai tu saluhut portibi on. sai anggiat ma, ate!
ambal-ambal ni hata adong do pe tahe lapo ni silalahi na di jl.di panjaitan i?
ok siantar man, success for you …
elsen21
Mei 11, 2009 at 10:44 am
succes to blognya update truz yang aek naulinya horass
guess67
Agustus 6, 2009 at 6:08 pm