taradigading

Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘food’ Category

Membantu lebih feminim,……. F-cup cookies

without comments

Tentunya,….. diteliti terlebih dahulu sebelum dipercaya.
F-cup Cookie yang dibuat di Jepang, Anda dapat membeli F-Cup Cookie yang dimakan dan akan meningkatkan ukuran payudara. Suatu kue roti yang mengandung Pueraria Mirifica, sebuah “natural breast enhancer”.

f-cup-cookies

Katanya,……….. Setiap F-cup cookie mengandung 50mg herbal Pueraria Mirifica yang dipercaya dapat memperbesar payudara secara alami. Roti ini adalah innovasi  dari Jepang yang menambahkan delapan asam amino esensial dalam kandungannya. Seperti namanya, F-cup Cookie akan membantu Anda untuk memperoleh payudara lebih montok sambil bersantai, menikmati kelezatan, dan rendah kalori. (selengkapnya: f-cup-cookies) Now enjoy!

Pueraria mirifica, juga dikenal sebagai Kwao Krua, adalah umbi-umbian yang ditemukan di Thailand dan Myanmar. Di Thailand, tanaman kwao krua digunakan sebagai suatu rejuvenating adaptogenic herbal (jamu keremajaan) dan mempunyai sejarah sebagai obat tradisionil.
Kwao Krua yang putih, mengandung phytoestrogen dan ramuannya digunakan oleh perempuan dan yang merah adalah ramuan yang digunakan oleh laki-laki. Sedang kwao krua merah mengandung aldosteron dan ramuan ini digunakan oleh laki-laki.(wikipedia).

Perlu untuk dilihat :
puerariamirifica.com
Challenges in the conduct of Thai herbal scientific study

sumber dan informasi lebih lanjut: 1, 2, 3, 4.

Written by sintanauli

Juli 6, 2009 at 12:04 am

Ditulis dalam food, innovasi, lifestyle

Ditandai dengan , ,

cake dengan desain istimewa

without comments

Olala,……. sebuah cake yang didesain sedemikian rupa, lalu bagimana?

cakes_10

image source

Written by sintanauli

Juni 14, 2009 at 12:00 am

Ditulis dalam food, funny

Ditandai dengan ,

Bunga kol pelangi, lebih menyehatkan kata ilmuwan

without comments

Para ilmuwan telah mengembangkan varian sayuran bunga-kol  berwarna oranye, ungu dan hijau, sedang pada umumnya berwarna putih.
“Bunga-kol pelangi” ini dikatakan mempunyai rasa yang sama dengan  varietas biasa, tetapi membuat kejutan warna disajikan dimeja makan malam.
Bahkan beberapa ilmuwan telah menyatakan bahwa mereka lebih menyehatkan untuk Anda.

Andrew Coker, seorang juru bicara dari perusahaan tanaman Syngenta – pengembang tanaman di Eropa – menegaskan bahwa bunga-kol berwarna-warni bukanlah hasil rekayasa genetika, tapi adalah hasil perkawinan silang tradisional yang selektif.

caullidm_468x518image source : dailymail.

Meskipun bukan yang pertama kali bunga-kol oranye dan hijau telah terlihat di Inggris, penciptanya mengatakan untuk pertama sekali akan tersedia komersial di supermarket dan pasar.  “Ini adalah hasil selektif perkawinan silang tradisional – dimana berbagai jenis telah dikembang biak dan berbagai jenis diperbuat.  “Kami sedang berusaha untuk memastikan bahwa kami memiliki konsistensi dari warna, rasa dan ukuran sebelum dilepaskan ke pasar umum. Tetapi Anda akan menemukan mereka di outlet yang lebih kecil dari tahun ini.”

Beberapa tahun terakhir telah diperkenalkan wortel ungu ke supermarket di Inggris, bersama dengan tomat kuning  dan kentang ungu.
Di Amerika, selama beberapa tahun telah tersedia dan menjadi makanan yang disukai. Bunga-kol warna oranye mengandung lebih banyak beta carotene, suatu bentuk vitamin A yang mendorong kulit lebih sehat.
Warna ungu yang berasal dari anthocyanin, yang dapat membantu mencegah penyakit jantung oleh pembekuan darah. Hasil pengujian bunga-kol warna oranye di Amerika ditemukan mengandung lebih banyak  25 kali  konsentrasi beta carotene daripada bunga-kol biasa. (full story:  dailymail)

sumber dan informasi lebih lanjut: dailymail.

Written by sintanauli

Mei 2, 2009 at 12:40 am

Ditulis dalam food

Restauran,…. tema toilet

without comments

Mungkin inilah salah satunya restoran terkenal dan paling aneh yang bertemakan toilet di Taipei, di mana para pelanggannya duduk ditoilet dan menikmati ice-cream coklat berbentuk kotoran dalam mangkuk miniatur toilet.  Gulungan kertas toilet tergantung didekat meja untuk digunakan sebagai serbet. Minuman yang dipesan juga terletak di miniatur urinal.

Pendirinya, bercerita : Kami adalah kelompok “muckrakers” dengan impian yang terinspirasi setelah membaca manga “Dr. Slump on the toilet – and the rest is history.
Pada mulanya, kami terutama menjual es krim – tumpukan besar coklat es krim dijual dalam tempatnya berbentuk seperti toilet jongkok toilet. Ternyata humor ini menjadi suatu sukses. Setelah melalui banyak perencanaan bersama semua mitra kami, akhirnya kami mengambil langkah pertama menuju mewujudkan mimpi kita pada bulan Mei 2004 dengan memulai dari “Marton Restoran”.  Restoran ini segera menjadi sesuatu yang lucu. Pada awal, banyak orang singgah di restoran mencoba untuk mencari tahu apa yang kami jual – sebagian besar dari mereka tersenyum dan merasa senang.

Selanjutnya dikembangkan berbagai ide dan perubahan, restoran yang semula hanya menjual es-krim menjadi sebuah restoran benaran.
Pada April 2006 seluruh Marton restauran yang telah berkembang disekitar Taiwan berobah nama menjadi “Modern Toilet Restaurant”.

Kami juga akan terus melakukan yang terbaik untuk menghibur dan mengejutkan semua orang!
Your comments are welcome!

sumber : moderntoilet.

Written by sintanauli

Februari 26, 2009 at 12:00 am

Ditulis dalam food

Bernuansa dracula,…….. Vampire cafe

without comments

Anda di Jepang,…… Punya janjian dan ingin mengesankan sidia di tempat yang unik! Coba Vampire Cafe di Ginza.  Ini bukan lokasi yang mudah untuk menemukan, tapi dapat dipastikan sebagai perjalanan yang berharga. Ini adalah restoran  ‘Gothik themes’ di mana para pelayannya berdandan mengenakan tuxedo Prancis seperti filem horor Dracula.  Ruang interior yang bernuansa merah dengan gorden bermanik-manik dengan sedikit cahaya yang memberikan perasaan nyaman bagi anda dan pasangan anda.

2565176007_cdfeccb538

image source : flickr.com/photos/mmancusi

Dalam hal menu, merupakan campuran makanan Italia dan Jepang dan beberapa jenis minuman dengan judul vampiric.  Misalnya special cocktail disebut Vampire’s Blood.

2565164743_1821f74852-2565983104_6009b1e8b0

image source : flickr.com/photos/mmancusi

sumber dan informasi lebih lanjut :  1, 2.

Written by sintanauli

Februari 20, 2009 at 12:00 am

Ditulis dalam food

Makanan yang dimasak dengan ASI

without comments

Berita ini sudah lama dilansir berbagai web, salah satu diantaranya Swiss restaurant to serve meals cooked with human breast milk dilansir telegraph 19 Sep 2008,……… unik, gile dan kontroversial sayangnya bagaimana kelanjutannya tidak dapat diketahui.breast-feed_980648f

Hans Locher, seorang gastronomist Swiss dan pemilik restoran Storchen  di resor eksklusif Winterthur yang telah menimbulkan kontroversi setelah mengumumkan bahwa ia akan melayani dan menyajikan menu lokal spesifik seperti daging rebus dan berbagai soup dan sauces berisi minimal 75 persen dari susu ibu.

“Kami sangat terkesan dengan ini. Mengapa kita tidak memasukkannya ke dalam menu makanan kita?”. Ia berkata: “Saya pertama experimented dengan air susu ibu ketika putri saya lahir.

Mr Locher menarik perhatian media berbahasa Jerman dan media terkemuka di dunia minggu ini setelah dia membuat iklan mencari donor perempuan, dan membayar dengan sejumlah uang untuk yang mau memberikan air susunya.

Dia memperkenalkan resep “Chantarelle saus dengan air susu ibu dan cognac”
—Panaskan minyak zaitun dengan kayu manis dan cognac
—Tambahkan anggur putih dan diaduk
—Tambahkan air susu ibu dan diaduk
—Tambahkan susu kental yg dikocok
—Sajikan dengan Antelope steak atau daging panggang dan nasi hitam Piedmont.

Pihak otoritas pengendalian makanan di Swiss, pada awalnya bingung karena tidak ada peraturan dan perundangan yang yang mengatur penggunaan susu manusia dan tidak jelas diketahui apakah Mr Locher dilarang melakukan pelayanan spesial ini.

“Manusia sebagai produsen susu yang tidak tergambar dalam ketentuan perundang-undangan. “Mereka tidak termasuk dalam daftar spesies yang disetujui seperti sapi dan domba, tetapi juga tidak terdapat dalam daftar yang dilarang spesies seperti apes dan kera,” kata Rolf Etter dari laboratorium pengendali makanan di Zurich. Namun dia memutuskan bahwa Mr Locher tidak akan mampu untuk menyimpan susu manusia dengan benar dan tidak dapat menjamin  tetap segar dan aman untuk konsumsi.

Kritik keras datang dari konselor breastfeeding  Zurich, yang menyatakan proyek Locher sangat tidak etis. “Menjual ASI untuk tujuan komersial bukanlah sebuah ide yang bagus. Para ibu harus lebih lebih mengutamakan anak-anaknya dari pada kepentingan komersial”, kata juru bicara lembaga itu. Lebih jauh ia menyatakan bahwa ASI secara khusus mengandung nutrisi yang baik untuk bayi, bukan untuk orang dewasa.

Setelah diserang publikasi besar-besaran, tampaknya Locher akan menyerah dengan proyeknya tersebut. Ia tidak menyangka akan mendapat reaksi bertubi-tubi dari berbagai pihak.”Saya tidak pernah menyangka akan mendapat perhatian media sebanyak ini,” ujar Locher.

berita terkait : Ben & Jerry’s urged to use human breast milk in ice cream

sumber dan informasi lebih lanjut : telegraph & timesonline

Written by sintanauli

Februari 19, 2009 at 12:00 am

Ditulis dalam food, weird

Dijamin, makanan kami tidak menyebabkan kehamilan.

with one comment

Sebagai salah satu restoran yang paling unik di  Metropolitan Bangkok, Cabbages & Condoms restoran telah menarik perhatian internasional. Berlokasi di dekat salah satu pusat bisnis Bangkok, C & C sangat populer di antara klien lokal dan asing.  Sebagian dari konseptual restoran ini untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik dan penerimaan program keluarga berencana dan sekaligus menghasilkan pendapatan untuk mendukung berbagai kegiatan  sosial  dari Population and Community Development Association (PDA).

Dan perlu diingat, “our food is guaranteed not to cause pregnancy”, demikian kalimat headline dalam situs mereka.

frontccnew-frontccnew2

C & C restoran menawarkan pengalaman bersantap yang menyenangkan di beberapa lokasi di Thailand. Juga melayani jasa catering dan penjualan handycraft.
Semua hasil dari restoran ini digunakan untuk mendanai program pembangunan sosial dari PDA.

map

sumber dan informasi lebih lanjut : pda.or.th

Written by sintanauli

Februari 10, 2009 at 12:00 am

Ditulis dalam food, travel

Pemakan logam

without comments

Michel Lotito (Juni 15, 1950 – 2007) adalah seorang entertainer Perancis penghibur, lahir di Grenoble, yang terkenal karena memakan makanan yang tidak lazim dan dikenal sebagai Monsieur Mangetout (“Mister Eat Everything”).
Dalam penampilannya, dia meng-konsumsi logam, kaca, karet, dan sebagainya, juga barang-barang seperti sepeda, televisi, dan sebuah pesawat terbang Cessna 150. Pesawat ini dimakan selama masa dua tahun (1978-1980).  Dia memulai makan bahan yang tidak lazim ini didepan publik sejak 1966.

video http://www.youtube.com/watch?v=h6Pl2-lx12A

Lotito, jarang menderita sakit diakibatkan ‘makanan-nya’, walaupun setelah meng-konsumsi bahan yang biasanya dianggap beracun. When performing he consumed around a kilogram of material daily, preceding it with mineral oil and drinking considerable quantities of water during the ‘meal’. Ketika saat penampilannya memakan sekitar satu kilogram diiringi dengan banyak minum air selama ‘makan’. Dia mengatakan, bahwa pisang dan telur matang membuat dia sakit. Diperkirakan antara 1959-1997 Lotito telah memakan sekitar 9 ton logam.

strangest-diet_979922i

image source : telegraph. [picture: Ranald Mackechnie/GWR]

sumber dan informasi lebih lanjut : 1, 2.

Written by sintanauli

Januari 1, 2009 at 12:00 am

Ditulis dalam food, guinness, weird

Boga-budaya Batak,….. nadiura

with 4 comments

Hidangan ini merupakan salah satu dari boga-budaya etnis yang menyebut dirinya “halak-hita” (suku Batak), sangat populer dan kegemaran khususnya didaerah Toba. Katanya,….didaerah Humbang dan Silindung penganan ini cukup dikenal namun kurang populer.  Saya tidak terlalu ’sreg’ kata Sidabutar yang berasal dari Samosir.  Penganan ini sama sekali tidak dimasak. (semacam sashimi)
Proses ‘matang’ terjadi berkat resapan dari bumbu,…….. namanya nadiura.

nadiura-6-nadiura-51.

Bahan-Bahan :
-ikan mas (dalam foto), ikan ihan ataupun ikan lele.
-asam jungga, yang dikupas dan diusahakan bijinya jangan sampai masuk kedalam yang dapat menimbulkan rasa pahit.
-andaliman (disebut juga itir-itir).
-kemiri.
-lengkuas.
-kunyit.
-rias.
-bawang merah dan bawang putih.
-cabe merah (dalam foto), ataupun cabe rawit.

nadiura-9-nadiura-111

Cara memasak :
Pengelolaan :
-Ikan mas disiangi sisiknya dan dibelah dua, tulang ikan dikeluarkan, selanjutnya diberikan garam dan asamnya diperas.
-Kemirinya digongseng, riasnya direbus, cabe dan andaliman digiling, jahe dan kunyitnya juga digiling.
-Satu persatu bumbu dioleskan kepermukaan daging ikan.
-Dibiarkan untuk satu jam.
-Siap untuk dihidangkan.

nadiura-15

Siap disajikan, disatu pihak mengatakan jangan direndam berlama-lama karena akan hilang rasa manisnya ikan, sedang satu pihak lagi mengatakan tunggu dulu supaya bumbunya meresap. Yah semuanya tergantung kepada indera pengecapan masing-masing yang tentu akan berbeda. Tetapi, sebagian besar dari mereka menyimpulkan sebagai penganan yang enak.

nadiura-1

Untuk pesanan.

nadiura-21

Written by sintanauli

Desember 29, 2008 at 12:00 am

Ditulis dalam food, pematangsiantar

Ditandai dengan

Kedai 32

with one comment

Anda akan kecele bila mengatakan ini adalah nomor partai peserta pemilu. Nomor 32 ini adalah merek dari sebuah kedai (lapo, bahasa Batak Toba) yang diusahakan oleh pemiliknya, yaitu pasangan dari Pak Simanjuntak (69 tahun) dan isterinya Ibu Siahaan (65 tahun) yang sudah bergelar Ompu Anju (sudah mempunyai cucu).

img_0808-img_0806

Disebut lapo 32 ce-je, adalah mengutip nomor 32 dan aksara CJ dari dalam erek-erek toto yang menyimbolkan ular. Dikedai ini dijual dan dihidangkan masakan dari daging ular dan daging biawak dan ini telah mereka lakukan sejak 30 tahun yang lalu.

Hidangan daging ular ataupun daging biawak telah siap dimasak dan mulai dijual dari jam 1.00 siang hingga jam 10.00 malam. Pada malam harinya disajikan bersama dengan tuak. Kedai ini berlokasi di jalan Parapat simpang menuju desa Tambunan di Pematangsiantar.

img_0804

Ibu Siahaan berkata ; “Dalam sehari dapat kita memasak 7-10 ekor ular dan 2-3 ekor biawak”. “Selain untuk dijual dikedai juga kita menjual dagingnya kebeberapa kedai diberbagai daerah seperti ke Samosir, Toba, Simalungun dan Tanah Karo”, ujar Ibu Siahaan sambil menunjukkan list pelanggannya.

Ibu Siahaan mengajak saya untuk mengunjungi rumahnya, yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kedainya. Dia memperlihat sejumlah persediaan daging ularnya yang diawetkan dalam pendingin dan sekaligus memperlihatkan kulit ular dan biawak yang sedang dan telah diawetkan.

img_0809-img_0813

“Mari kita kebagian belakang” ajak ibu Siahaan. “Buaya ini telah kami pelihara sekitar 13 tahun, sejak dari kecil hingga sebesar sekarang ini”, “Dulunya ada sepasang, tetapi seekor diantaranya telah mati”. Ops,… apa enggak berbahaya ?.  Oh, enggaklah katanya dengan yakin. Buaya inilah yang akan memakan limbah berupa potongan-potongan daging termasuk kepala ular, inikan pengolahan limbah secara alami, katanya.

img_0810-img_0812

Lebih lanjut, ibu Siahaan menunjukkan deretan botol didalam etelase yang ada dirumahnya. ” Itu adalah minyak ular, sangat baik digunakan sebagai minyak urut” katanya menjelasnya. Harganya Rp 100.000 perbotol.  Apakah minyak ular ini dijual didalam botol antik itu? Oh tidak, botol antik itu tidak dijual, penjualan minyak ular hanya dalam botol bir biasa.

img_0817-img_0815

“Memelihara buaya dan menjual daging ular ini legal” katanya sambil menunjukkan surat yang berhubungan dengan itu yang dipajangkannya dietelase dirumahnya. Ular dan biawak ini diperoleh dari hutan di propinsi lain.

Sambil berjalan kembali ke-kedainya : Ibu Siahaan menceritakan kisah 30 tahun yang lalu. Diawali dengan kunjungan seorang teman orang China yang membawa ular dan memintakan agar dia memasak daging ular tersebut. Semula dilakukan dengan rasa berat hati, tetapi ternyata daging ular ini disukai dan kedainya bertambah ramai dengan pengunjung yang ingin menikmati daging ular.  “Saya tidak menyangka sama sekali bahwa untuk masa selanjutnya saya akan terus menjual daging ular,  hingga hari ini, kata Ibu Siahaan.

Dulu selain menjual daging ular, kamipun menjual daging labi, dan tenggiling. Namun sejak ditetapkannya labi dan tenggiling sebagai fauna yang dilindungi, kita tidak menjualnya lagi, jelasnya.

img_0823

Sesampai dikedainya. Ibu Siahaan memperlihatkan cucunya yang bernama Olivia (2 tahun) yang sedang menggengam sepotong daging ular, dan pada kesempatan lainya sang cucu bergaya mendengar telpon dari Neneknya dari Pekanbaru (ompung suhut) seakan-akan bergaya dan menantang “akupun pake HP kok”.

img_0821-img_0822

img_0825

Saya mencicipi daging biawak yang telah dimasak dan disajikan. Rasanya lebih enak daripada daging ayam. (pematangsiantar 20 desember 2008)

Written by sintanauli

Desember 21, 2008 at 12:05 am

Ditulis dalam food, pematangsiantar

Ditandai dengan

Memperkenalkan masakan serangga

with 3 comments

Shoichi Uchiyama, juru masak serangga mencoba untuk menghilangkan prasangka yang berbeda-beda tentang makan-serangga (bug-eating) kepada masyarakat, dan dia menyatakannya sebagai makanan bergizi dan hidangan lezat

Baru-baru ini, sebuah buku berjudul “Tanoshii Konchu Ryori” ( “Enjoyable Bug-eating Recipes”), menampilkan 80 resep bug-eating ala Jepang, Barat dan etnik lain, serta kue berbasiskan serangga. Dengan harapan akan cukup membuka mata banyak orang dalam hal ini.   Buku yang terdiri dari 256 halaman dan dilengkapi dengan 64 foto berwarna dari resep serangga, mungkin akan membangkitkan rasa geli Anda.

serving-book_1121472i

(image source : telegraph)

Gambar makanan, diantaranya: lipas besar direndam sup cuka merah muda, larva lebah setengah mentah, ngengat sangat besar pupae dilapisi dengan gula, dan suatu pizza yang diatasnya terdapat  giant bug water,  laba-laba, caterpillars dan lebah dewasa.

Uchiyama, yang tinggal di Tokyo dan memiliki lisensi food sanitation, untuk berusaha bug-eating. Dia berpendapat bahwa serangga ini hampir sempurna untuk dimakan manusia. “Semua orang mengatakan serangga rasanya baik walaupun mereka hanya sekali, mencobanya” kata Uchiyama, yang mengatur sejumlah pertemuan bug-eating  melalui website populer mereka, Konchu Ryori Kenkyū (Bug-eating Recipe Studies) di www.bekkoame.

Penelitian akademik  telah menunjukkan bahwa serangga kaya nutrisi, bahkan lebih banyak nutritionally dibandingkan daging atau ikan, Uchiyama mencontohkan. Selain itu, mereka lebih cepat bertumbuh  dan memerlukan lebih sedikit pakan dibandingkan hewan dan ikan, dengan sisa sayuran dari pertanian cukup untuk pemeliharaan berbagai jenis serangga. Serangga berkembang di ruang kecil dan tidak bersaing dengan manusia melalui makanan, kata Uchiyama.

“Saya rasa kekurangan makanan akan muncul sebagai masalah global, dalam waktu dekat. Serangga akan memainkan peranan besar dalam menyelesaikan masalah itu.” Argumen Uchiyama mungkin terasa aneh, namun UN Food and Agriculture Organization menyatakan dalam complete agreement.

“Dengan lebih dari 1.400 spesies serangga yang bisa dimakan oleh manusia di seluruh dunia, merupakan tawaran yang menjanjikan sebagai nutritionally dan komersial,” ujar pernyataan sebuah organisasi dalam lokakarya bug-eating 19 Februari di Chiang Mai, Thailand.

nn20081001f2b-nn20081001f2c

(image source : japantimes)

“Walaupun ide makan serangga mungkin tampaknya tidak biasa atau bahkan untuk beberapa orang tidak menimbulkan selera,  ternyata konsumsi serangga oleh manusia, sebenarnya sangat umum di hampir seluruh bagian di dunia,” kata badan PBB.

Menurut catatan Uchiyama, 1400 jenis serangga yang dimakan di 90 negara, terutama di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Menurut FAO, yang paling umum serangga dimakan oleh manusia berasal dari empat kelompok utama serangga – kumbang; semut, lebah dan wasps; belalang dan jangkrik; moths dan kupu-kupu. FAO berkata : “Sebagai sumber makanan, serangga sangat bergizi”. “Beberapa serangga memiliki banyak protein seperti ikan dan daging.”

Beberapa beasiswa juga bahwa makan serangga adalah salah satu cara yang paling efisien untuk mendapatkan protein selama perjalanan jangka panjang di Antartika, memberikan kemudahan dan kecepatan mereka untuk diternakkan.  Misalnya, Anda dapat menternakkan giant  mealworms menjadi 4.500 mealworm dewasa sekitar 10 cm panjangnya selama tiga bulan di ruang hanya 1 meter kubik, menurut Uchiyama.

Dia berasal dari Nagano, dimana masyarakat lokal memiliki tradisi lama yang memakan beberapa jenis serangga, termasuk belalang-belalang dan ulatsutra. Larva hornet adalah kelezatan khusus di Nagano.
Terbukanya wawasan Uchiyama tentang bug-eating dan mengaguminya setelah melihat sebuah pameran serangga yang dapat dimakan pada tahun 1998 di Tokyo. “Pada pameran ini, saya melihat banyak foto orang dari Afrika dan Asia yang senang makan serangga. Tampaknya mereka tidak sabaran untuk menangkap dan memakan serangga.”

Meski Uchiyama dan temannya memahami pendekatan gizi dari FAO sebagai upaya penaanggulangan  masalah pangan global, ia dan teman-temannya memakan serangga karena baik dan juga karena  rasa ingin tahu.
Mereka mengatur pertemuan bug-eating sebulan sekali di sebuah restoran di Asagaya kabupaten Shinjuku Ward, Tokyo, dan tiga event musiman setahun. Pada musim semi, mereka menangkap, memasak dan makan bersama-sama bug gulma liar.  Di musim panas, mereka berkumpul dan menggoreng jangkrik. Dan dimusim gugur, mereka menangkap dan makan ratusan belalang raksasa – Tempura ala Riverbank.

Cicadas, teksturnya sangat mirip dengan udang. Makanan yang baik,” ujar Uchiyama. Ketika ditanyakan makanan favorit, Uchiyama menunjuk ke larva tabuhan sebelum menjadi chrysalides (kepompong). Menurut resep Uchiyama dalam bukunya, Anda hanya merendam dalam air mendidih selama 30 detik untuk memutihkan larva, mereka keren dan dimakan dengan kecap dan Wasabi. Larvanya harus sangat segar. Yang terbaik adalah yang baru diambil dari sarangnya, masih hidup dan bergerak,” ujarnya. “Rasanya manis dan lembut.”

broth_1121483i-cockroach_1121479i

(image souce : telegraph)

sushi-platter_1121470i

(image souce : telegraph)

Teman teman  yang cenderung bernaluri konservatif selalu mempertanyakan apakah makanan yang mereka makan beracun dan dapat membahayakan kehidupan mereka, kata Uchiyama mengarahkan. Tetapi kebanyakan serangga tidak berisi racun atau bahan-bahan beracun, dan mereka dapat aman untuk dikonsumsi jika mereka dimasak dengan panas yang cukup, katanya.
Masih, banyak orang yang tidak menyukai ide bug-eating, karena obsesi kebersihan yang berlebihan. Pengharapannya suatu saat akan diakui sebagai makanan biasa seperti daging dan ikan, dan dijual di rak supermarket.

“Tidak ada batasan yang jelas antara yang dapat Anda makan dengan apa yang tidak dapat dimakan. karena kita adalah manusia pemakan segala jenis makanan dan bagian dari rantai pangan.”

sumber informasi dan foto : japantimestelegraph

Written by sintanauli

Desember 1, 2008 at 12:00 am

Ditulis dalam food

UNDP,… serangga dapat membantu dalam krisis pangan

without comments

Selama bertahun-tahun adalah ditentukan bahwa masalah dunia bukanlah ketiadaan makanan, tetapi adalah ketidak adilan berbagi. Ketika pilihan mengarah ke biofuels, fungsi lahan pertanian dialihkan dari makanan untuk pertumbuhan manusia menjadi makanan untuk bahan bakar. Sehubungan dengan hal diatas, bertumbuh kemakmuran dibanyak negara-negara Selatan telah mendorong permintaan untuk mutu makanan  lebih baik, termasuk yang grain-devouring meat diets – 10 kilogram biji-bijian untuk mendapatkan satu kilogram daging sapi. Krisis ini memperingatkan UN’s World Food Programme dan World Bank. Dalam pergulatan makanan untuk ekonomi, masyarakat miskin yang paling rentan.

Terjadi yang disebut agflation (agricultural inflation) gerak spiral harga makanan, yang pada gilirannya menyebabkan kekurangan makanan, kelaparan dan gizi buruk di seluruh dunia.  Misalnya, beras di Thailand telah melonjak dari US $400 per 100 kilogram pada Januari, menjadi US $760.  Persediaan biji-bijian dunia  berada ditingkat terendah dalam empat dekade sebelumnya.

Tetapi di mana dapat sumber makanan baru ditemukan?  Dan apa yang akan menjadi lebih efisien penggunaan sumber daya makanan dunia untuk pertumbuhan penduduk?  Satu jawaban yang mengherankan, adalah serangga.

Pada bulan Februari tahun ini konferensi UN’s Food and Agriculture Organization  yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand untuk menilai diet serangga sebagai makanan dan mendiskusikan cara panen lebih  baik.  Kelompok kerja  yang terdiri dari tiga lusin ilmuwan dari 15 negara menggali peranan serangga hutan yang dapat  dimakan  dalam  rangka ketahanan pangan.  Mereka mengeksplorasi protein serangga  sebagai kontributor yang baik untuk gizi, mengumpulkan nilai ekonomi serangga hutan yang dapat dimakan, metode panen, pengolahan dan pemasaran, dan cara mempromosikan bahkan resep serangga ini.

Diantara beberapa insect dan arachnids yang dapat digali untuk sumber makanan dalam jumlah besar adalah: kumbang, ants, lebah, jangkrik, ulat sutra, rayap, larva, spiders, tarantula dan kalajengking.  Lebih dari 1.400 spesies serangga yang dimakan di 90 negara di Selatan.  Dikenal sebagai entomophagy, makan serangga adalah pertumbuhan industri.   Pengusaha di Selatan sedang mengemas serangga dengan baik dan enak serta laku – pada gilirannya menguntungkan.   Inovasi yang lain menambahkan sumber pendapatan bagi petani dan masyarakat miskin, dan menjadi pilihan  dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Serangga memiliki satu keuntungan besar sebagai sumber makanan: mengkonversi dari makanan menjadi protein ternaya lebih efisien. Perhitungan berdasarkan berat pakan yang diperlukan untuk pertumbuhan serangga ; jangkrik adalah dua kali lebih efisien dibandingkan dengan babi dan ayam ras, empat kali lebih efisien daripada domba dan enam kali lebih efisien daripada sapi.  Serangga berkembang biak  jauh lebih cepat dan mengandung asam amino esensial.  Serangga dipandang sebagai alternatif  yang ramah ekologi dibandingkan beternak binatang tradisional.

Namun, ada sisi buruk untuk serangga, didaerah di mana terdapat penyemprotan pestisida pada tanaman, serangga dapat menyimpan pestisida dalam tubuh mereka.  Isu utama yang lain yang menyangkut sustainibility : panen serangga di beberapa tempat telah mendorong kepunahan spesies itu.

Di Afrika, 250 jenis serangga dapat dimakan, rayap dan belalang, dan telah banyak membantu kedaruratan pangan dibenua ini.

Di Afrika Selatan – di mana serangga yang dapat dimakan telah menjadi industri multimillion dolar  – Botswana dan Zimbabwe, secara lokal memanen ulat mopane untuk keuntungan dan gizi. Ulat yang terdapat di pohon mopane pohon, hanya memerlukan hanya tiga kg pakan daun mopane untuk menghasilkan satu kg ulat. cacing. Sebuah pabrik di pedesaan di provinsi Limpopo, Afrika Selatan, komunitas masyarakat Giyani bekerja memproduksi berbagai macam produk yang terbuat dari ulat mopane – secara melestarikan panen ini larva dari ngengat mopane kaisar (gonimbrasia belina).
Greater Giyani Natural Resources Development Programme bekerjasama dengan para ilmuwan di University of Pretoria, untuk pengembangan produk ulat mopane, termasuk essential oils.  Ulat ini biasanya dikeringkan oleh masyarakat lokal. Tetapi Dzumeri Mopane Manufacturing Centre, ulat ini diproses dan dikemas untuk dipasarkan. Masyarakat setempat sedang dilatih dalam cara panen yang higenis, dan bagaimana cara mensortir jenis ulat yang akan dipanen. Sebuah kritik,.. adalah tentang panenan ulat mopane harus dilakukan secara berkelanjutan, karena di beberapa bagian selatan Afrika,  ulat ini menjurus kepada kepunahan.

Di Thailand, serangga panen merupakan usaha didirikan.  Thai makan lebih dari 150 serangga, termasuk jangkrik, cacing sutra dan dung beetles.   Jangkrik kaleng  yang dijual di supermarket secara teratur.  Serangga ini dapat dibeli dengan mudah di pasar-pasar di Bangkok.
Online vendor Thailand Unique, yang berbasis di Udon Thani, dan pasar yang menjual berbagai serangga dan arachnids yang dapat dimakan.  Termasuk diantaranya kalajengking, giant water bugs yang diawetkan, belalang, jangkrik besar, ulat bambu, giant bug paste, dan sebagainya. Pada tahun ini diperkenalkan  makanan serangga seperti Bug Snackz  dan Scorpion Thai Green Curry. Bahkan ada ‘Bug Sample Pack’, yang berisi gabungan dari tujuh serangga dan arachnids yang dapat dimakan.

Tempat lain yang penting untuk panen serangga di Amerika Latin. Di Venezuala, suku Pemon Indians memanen semut selama musim hujan.

Di Kolombia, sehingga disebut “fatass ant” atau “hormiga culona” dimakan seperti popcorn di bioskop.  Beberapa orang mempercayai bermanfaat untuk pencegahan kanker, atau natural aphrodisiac. Memakan  culona, mengingatkan kembali kemasa Guane India kuno.

Di provinsi Santander, petani disana mengekspor semut untuk penjualan, beberapa diantaranya dicelup dalam coklat Belgia dan dijual sebagai makanan mewah di department store London’s Harrods dan Fortnum Mason.

“Ini merupakan dilema yang sudah lama bagi petani – seharus saya membunuh atau memakan itu?” kata Andres Santamaria kepada CBS News,  mereka telah diberi $40.000 sebagai hibah oleh pemerintah Santander untuk mengembangkan lingkungan yang berkelanjutan, untuk pembiakan semut dan berorientasi ekspor-program.

Di Tijuana, Mexico, beberapa restoran menawarkan makanan dari serangga ala Aztec kuno, Cien Años (“100 Years”) mengkhususkan diri dalam pre-Columbian, Aztec resep serangga. Ini adalah bukti ada uang dalam mempersiapkan serangga sebagai makanan.

sumber dan informasi lebih lengkap : tcdc1.undp

Written by sintanauli

Desember 1, 2008 at 12:00 am

Ditulis dalam food

Ulat mopane

without comments

Dalam sebuah literatur, tercatat bahwa diberbagai negara Afrika (Angola, Cameroon, Central African Republic, Congo, Zaire, Kenya, Malawi, Tanzania, Uganda, dan Zambia), berbagai macam serangga dimakan setidaknya 163 spesies. Malaisse dan Parent 1980, dalam suatu studi di Congo dan Zambia, yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut membedakan 35 jenis caterpillars digunakan sebagai makanan.
Ulat dan rayap adalah jenis serangga paling banyak dipasarkan. DeFoliart 1989, menyatakan ” Kita hanya boleh heran tentang ekologis dan peta gizi dari Afrika seperti terlihat hari ini, berbagai upaya diarahkan untuk mengembangkan beberapa ulat, rayap, serangga dan makanan lain sebagai sumber daya.” Makanan serangga ini telah dimasukkan sebagai agenda di Africa-wide Exhibition on Indigenous Food Technologies yang diselenggarakan di Nairobi, Kenya, oleh komunitas ilmuwan dibenua ini.

Disebut Mopane, karena biasanya terdapat dipohon Colophospermum mopane, sedang nama sebenarnya adalah Gonimbrasia belina adalah jenis ngengat banyak ditemukan di sebelah selatan Afrika, yang penting adalah sumber protein untuk jutaan penduduk di Afrika.

Ulat mopane sangat menyukai daun pohon mopane, juga ditemukan pada pohon yang lain seperti pohon mangga. Ulat mopane adalah pemakan rakus, hampir non-stop – sampai mencapai tahap berikutnya dari siklus kehidupannya, dimana dia akan mengalami metamorfosa dibawah tanah.

800px-mopane_worm_on_mopane_tree

(image source : wiki)

Makanan : Mopane kering dapat dimakan mentah sebagai makanan ringan yang garing, di Botswana orang cenderung tidak memakan kepalanya. Atau, ulat mopane direndam selanjutnya dikeringkan, sebelum digoreng sampai garing dan dimasak dengan bawang merah, tomat dan rempah-rempah sadza. Dagingnya berwarna kuning, dan usus mungkin masih mengandung fragmen dari daun kering, yang tidak merusak untuk manusia.

Popularitas : Food Network membuat sebuah spot promosi di Amerika yang menunjukkan suami dan istri berkunjung ke Afrika memakan ulat mopane, sang suami mengatakan rasanya seperti “ayam madu dibakar.”  Kemudian, ketika kepala desa menerima tamu dari Amerika, yang dilayani dengan ayam madu dibakar, sang lurah menjelaskan dalam bahasa lokal dengan subtitled bahasa Inggris menjelaskan rasanya “seperti ulat mapani.”

mopani-worm-vendor-africa-mopane-worms-thohoyandou-market

(Jualan ulat Mopane dipasar Thohoyandou (sumber foto : msn)

Peternakan dan ekonomi : Semulanya dan tradisional, ulat mopane  yang dipanen untuk pemenuhan kebutuhan subsisten dan gizi.  namun tren modern telah menjadi komersial.  Panen dan penjualan ulat mopane adalah industri  sampingan multi-jutaan di selatan Afrika.  Produsen utamanya adalah Botswana, Namibia, Afrika Selatan (propinsi Limpopo dan Mpumalanga) dan Zimbabwe.  Biasanya, ulat ini tidak dipelihara secara domestik, dan dipungut secara alami. Pada tahun 1990-an, ratusan ton diekspor dari Botswana dan Afrika Selatan setiap tahun. Diperkirakan bahwa untuk perdagangan lokal di Afsel mencapai 1,6 juta kilogram per-tahun, dan Botswana yang terlibat dalam industri ini menjaring kira-kira $ 8 juta per-tahun.

Beternak ulat mopane dianggap memberikan hasil panen yang menguntungkan, hanya 3 kilogram pakan daun mopane umumnya akan menghasilkan 1 kilo ulat mopane, jauh berbeda dengan ternak pertanian lain yang memerlukan 10 kilogram pakan untuk menghasilkan 1 kilo dagingnya.

Sebuah tanda meyakinkan kehadiran ulat mopane adalah penggundulan dari pohon mopane – kadang-kadang sekitar 90 persen, ulat ini akan berjejer bergantungan didahan pohon mopane.  Petani  berlomba untuk men-ternakkan ulat ini, berusaha untuk memberantas hama yang menjadi musuh ulat ini. Namun musim panen ulat ini sangat pendek.

Sejak tahun 1950, metode pertanian komersial ulat mopane telah diterapkan, terutama di Afrika Selatan. Kolektor dapat mengatur tim yang terdiri dari ratusan tangan orang untuk memungut ulat mopane dari pohon, yang kemudian ditimbang dan dikirim untuk diproses. Pemilik tanah di mana  ulat mopane ditemukan mungkin akan menuai sejumlah besar uang pemasukkan.

Beberapa daerah yang kaya ulat mopane, sekarang mengalami kemerosotan panen, karena kurangnya pendekatan sustainable yang tepat untuk peternakan komersial ulat mopane. Perlunya diperkenalkan rekolonisasi dari ulat ini dengan meninggalkan sebagian dari ulat ini untuk mendapat kesempatan bertelur.  Jika tahap ini telah berhasil diselesaikan, kerjasama dengan masyarakat petani lokal untuk menetapkan jumlah panenan setiap tahun. Menyediakan kawasan yang cukup untuk repopulasi, akan membuat panen berkelanjutan di masa depan.

Cara masak :  (lihat : liverpoolmuseums)

sumber dan info lebih lanjut :  1, 2, 3, 4, 5

Written by sintanauli

November 21, 2008 at 12:00 am

Ditulis dalam culture, food

Ditandai dengan

Aduh mak,…. geli

with one comment

lihat : snakemano

Written by sintanauli

November 21, 2008 at 12:00 am

Ditulis dalam food, funny, weird

Ditandai dengan

Pingin mencoba,.. caviar of Cambodia

without comments

Di kota Skuon sekitar 55 mil dari Utara Phnom Phen, laba-laba tarantula sangat umum dimakan oleh masyarakat setempat, pelancong yang melewati tempat ini sering mencoba.
Boga budaya ini dimulai oleh pelarian masyarakat Kamboja dimasa ‘gelap’ kekuasaan Khmer Merah. Pada masa kekurangan pangan dan kelaparan inilah tarantula ditransformasikan menjadi makanan dan rezeki oleh pengungsi yang nekat, kini menjadi penganan yang lezat bahkan disebut sebagai “caviar of Cambodia”
Kini,…. ratusan tarantula adalah hasil buruan, dimasak dan dijual sehari-harian sebagai penganan kecil disana, menjadi sumber rejeki masyarakat disana.

kh2006_447_e-kh2006_448_c

(image source : retas.de)

Rasanya, renyah seperti sayap ayam dengan bumbu khususnya kecap manis dan bawang putih. Ada beberapa perdebatan mengenai apakah bagian perut juga dimakan?. Beberapa orang menyatakan, inilah yang paling lezat, tekstur yang lembut dan rasa seperti daging itik.
Roeun Sarin (35) penduduk Kamboja, supir taksi minibus berkata “Setiap melalui Skuon saya akan membelinya” dan “Renyah dan rasanya lebih enak dari jangkrik”, tambahnya.

sumber : 1, 2, 3.

Written by sintanauli

November 19, 2008 at 12:01 am

Ditulis dalam food, travel