Archive for the ‘pematangsiantar’ Category
Retrofitting untuk lingkungan
Foto dibawah ini adalah profil dari becak Siantar yang pada umumnya dihela oleh sepeda motor merek BSA dari masa tahun 1940-50-an, yang telah banyak dimodifikasi disana-sini karena ketiadaan suku cadangnya. Tetapi saya pikir itu adalah teknologi mesin 2-tak. Para pengemudi becak ini tetap bertahan dengan produk-subsisten ini. Ketika ada ‘keinginan’ untuk menggantikannya dengan motor yang lebih modern,…….. Mereka berteriak menentang dan mengatakan ini adalah specifik dari kota Pematangsiantar, namun mereka menghadapi kenyataan semakin menjamurnya kendaraan oplet Daihatsu dan Suzuki,…. mereka hanya bisa ‘mengurut dada’. Keadaan ini mengingatkan saya pada sebuah artikel Retrofitting for the environment yang memperoleh Rolex Award 2008. Mudah-mudahan bermanfaat bagi para pemikir di Pematangsiantar.
Rolexawards 2008 : Setiap hari saat fajar, Angel Raqueno mengendarai kendaraan motor roda tiga yang simpang siur melintasi jalan-jalan sempit beraspal dikota kecil Vigan, kota turis yang indah 400 kilometer sebelah utara Manila, ibukota Filipina. Dulu,… ia telah mulai belajar elektronika, tetapi akhirnya menjadi supir kendaraan roda tiga ini untuk mendukung penghidupan keluarganya. Selama 18 tahun, ia telah membawa penumpang melalui 39 barangays (distrik) di kota, sepuluh jam sehari, enam hari seminggu. Tetapi, untuk Raqueno, lebih buruk lagi karena terus menerus menhirup semburan asap yang dikeluarkan melalui knalpot 3,000-an kendaraan roda tiga lain yang tersedia untuk pengangkutan wisatawan dan penduduk lokal di sekitar bangunan indah abad 16: Jika kamu terpergok dibelakang salah satu sarana angkut ini, hampir tidak bisa bernafas.
Menurut Philippine Environment Monitor 2006 yang diterbitkan oleh Bank Dunia, polusi atmosfer menyebabkan 15.000 kematian di negara ini setiap tahunnya. Pembiayaan kesehatan yang terkait mencapai US $ 19 juta per tahun, dan kehilangan penghasilan mencapai $ 134 juta. WHO melaporkan bahwa polusi udara diseluruh Asia bertanggung jawab terhadap 537,000 kematian dalam satu tahun. Sektor transportasi secara signifikan : kebanyakan dari 100 juta tricycles, tuk-tuk, auto-rickshaws dan trishaws – simbol pariwisata dan mobilitas perkotaan – yang memadati kota-kota Asia mulai dari New Delhi sampai ke Manila yang diperlengkapi dengan mesin 2-stroke - masing-masing menimbulkan polusi setara dengan 50 mobil.
Tim Bauer memutuskan solusi pemecahan inti permasalahan. Sejak tahun 2006, insinyur mesin Amerika berusia 31 tahun ini telah membagi-bagikan suatu kotak yang dengan mudah untuk transformasi mesin sarana angkut ini ke dalam sistem mekanisme direct fuel-injection, dengan demikian mengurangi polusi asap buangan. Percobaan dilakukan dalam sebuah laboratorium dan dilanjutkan di garasi orang Philipina selama berbulan-bulan, dia bersama regunya dengan segala kepintaran mereka bisa menghimpun semua orang untuk menguraikan liku-liku teknis, sosio-kultur dan ekonomi. Hasilnya, Tim Bauer memperoleh Rolex Award.
Di Pilipina, sekitar 1.8 juta kendaraan roda tiga harus menghadapi kondisi-kondisi lalu lintas memprihatinkan sepanjang waktu setiap hari dalam rangka mengangkut para penumpang mereka di jalan yang berlobang-lobang akibat hujan deras atau banjir. Ketika mobil atau bis tidak bisa lewat, roda tiga yang akan selalu menemukan jalan. Kendaraan multi-guna yang menyediakan transportasi murah bagi wisatawan, namun pada skala yang jauh lebih besar, digunakan untuk ribuan orang untuk mendapat penghasilan, untuk mendapatkan pekerjaan, sekolah, pasar atau gereja. “Mereka memainkan peran yang penting dalam struktur sosial dan ekonomi,” kata Bauer. “Tetapi mereka mengakibatkan bencana terhadap kesehatan masyarakat adalah.”
Di Eropa dan AS, mesin 2-stroke hanya diperkenankan untuk mesin pemangkas rumput atau mesin gergaji (chinsaw). Tetapi di Filipina digunakan untuk 94 persen dari sepeda motor, di India, Pakistan dan Thailand berkisar antara 50 dan 90 persen. Menurut Tim Bauer, mudah difahami kenapa demikian : “Suatu mesin 2-stroke adalah hal yang indah”. Sangat handal, kuat dan mudah untuk diperbaiki sendiri, yang sangat penting bagi orang-orang yang hanya memperoleh sekitar $ 5 setiap hari. Tapi ada masalah: Mencapai 40 persen dari bahan bakar minyak keluar dari mesin dan tidak terbakar. “Hal ini mengarah ke oxides substansial dari emisi karbon, nitrogen dan belerang, hidrokarbon dan debu halus, yang menjadi salah satu sumber utama pencemaran udara kepulauan di Filipina.
Pada tahun 2003, pemerintah Filipina mencoba setahap demi setahap untuk menggantinya dengan sepeda motor dengan mesin 4-stroke, yang kurang pencemaran, tetapi biaya sekitar $ 1500, sama dengan pendapatan tahunan kendaraan beroda tiga. Pihak berwenang terpaksa ‘membatalkan’ ketika berhadapan dengan teriakan umum dari pengendara, mekanik dan penjual suku cadang. “Tantangannya adalah untuk mencari solusi yang akan membuat pengemudi untuk menjaga alat subsisten mereka,” kata Bauer. “Yang menjadi kendala adalah mesin 2-stroke dan dimulai dari sana.”
Direct injection kit mulai dikembangkan pada tahun 2000, di Engines and Energy Conservation Lab dan Colorado State University diarahkan oleh Bryan Willson – dimana Tim Bauer bergabung semasa studi teknik mekanik pada tahun 1997. Bauer, saat berusia 24 bersama rekannya Nathan Lorenz memimpin tim yang terdiri dari siswa dalam proyek penelitian tentang penerapan direct injection pada mobil salju dari Yellowstone National Park. Bauer segera melihat potensi teknologi ini untuk mengurangi pencemaran dan emisi, pada akhir studi itu pada tahun 2004, dia mengabaikan pekerjaannya di industri aerospace, Bauer dan Lorenz memutuskan untuk melakukan yang paling penting untuk mengembangkan produk komersial dan membuatnya tersedia secara luas di Asia.
Tetapi menghadapi mobil salju di Amerika Utara beralih ke kendaraan roda tiga di Filipina, diperlukan keahlian dan kesadaran global. “Saya menyadari tentang polusi udara masih dini,” ingat Bauer. “Saya tinggal untuk beberapa waktu di Arab Saudi semasa anak-anak, dan dari sana saya mengunjungi Bangkok dan Hong Kong bersama orangtua saya. Di sinilah aku melihat dan merasakan polusi 2-stroke untuk pertama kalinya. ”Itu membuat kesan abadi pada saya. “
Kit ini dapat diinstal dalam masa 2-4 jam dan mengurangi partikel emisi sekitar 70 persen dan emisi karbon monoksida (CO) sekitar 76 persen, hidrokarbon sekitar 89 persen dan karbon dioksida (CO2) sekitar 35 persen. Kit yang juga menghilangkan asap yang menyembur di knalpot, dan konsumsi minyak berkurang 50 persen dan konsumsi bensin sekitar 35 persen – yang setara sekitar 450 liter bensin per tahun untuk satu kit. Hal ini membuat mesin ‘clean’ seperti karburator 4-stroke yang sederhana, dan untuk itu berarti sopir dapat menyimpan sekitar $ 3 per hari atau lebih dari $ 1.000 setahun, hampir dua kali lipat gaji itu. Tambahan pendapatan ini dapat digunakan dengan segera. “Sopir sering memberikan uang kepada istri mereka untuk simpanan - banyak keluarga kecil merasakan nyaman bila menyimpan. Atau mereka menggunakannya untuk membayar biaya sekolah anak mereka, “kata Tim Bauer.
Untuk menekan biaya produksi kit – saat ini $ 350 – Tim Bauer dan Nathan Lorenz menggunakan komponen siap pakai: “Kami telah cukup banyak mengadaptasikan komponen yang ada sistem direct-injection dan mengembangkan komponen lain (yakni custom cylinder head, wiring harness, bracketry, dll) yang dapat digunakan pada model sepeda motor paling populer di Asia. Sepertiga dari 30 bagian kit diproduksi di Filipina. “
Pada bulan Oktober 2003, dalam rangka untuk mengembangkan, mendistribusikan dan mengkomersialisasikan kit, Bauer dan tiga orang rekannya mendirikan sebuah organisasi nirlaba, Envirofit, yang sekarang memiliki lebih dari 20 karyawan, setengah dari mereka yang berbasis di Filipina. Pada Desember 2005, Envirofit menandatangani MoU dengan Dewan kota Vigan, sehingga yang mendapatkan dukungan resmi.
Tahun berikutnya, ia menerbitkan troubleshooting manual, diterjemahkan ke dalam bahasa Tagalog (bahasa utama di Filipina), dan bahasa Ilocano yang umum digunakan di Vigan. Bauer, mengunjungi Filipina lima kali setahun, juga telah menjadwalkan sekitar 15 lokakarya pelatihan dan seminar di Vigan dan Puerto Princesa, dua kota wisata pantai tanpa industri besar, dimana kendaraan roda tiga ber-kontribusi signifikan untuk mencemari udara disana. Dua puluh atau lebih sopir dan mekanik telah hadir setiap lokakarya sampai saat ini. “Kami telah mengembangkan kit sehingga mudah untuk di-instal, bahkan oleh non-mekanik bersertifikat,” Bauer menjelaskan. “ Tetapi kita harus lebih dulu meyakinkan mereka tentang pendapat umum yang mengatakan “semakin kelihatan asapnya, semakin kuat mesin motormu” adalah salah. Karena tidak ada asap dengan kit, mereka berpikir bahwa kami menghilangkan dengan beberapa jenis bahan kimia! “
Namun, membeli kit merupakan investasi besar untuk sopir roda tiga. Jadi Bauer dan timnya meluncurkan program mikro-kredit, bekerja sama dengan bank koperasi Nueva Segovia yang mengumpulkan cicilan pinjaman. Mikro-kredit adalah penting untuk memastikan dampak berkelanjutan tindakan kami. Para sopir membayar harian, sehingga mudah bagi mereka untuk membayar kembali pinjaman dan 90 persen dari mereka melakukannya dalam waktu kurang dari satu tahun. “
Di bulan Agustus 2008, lebih dari 260 pengendara di Vigan dan Puerto Princesa telah dipasang mereka taksi dengan kit dan didorong total 5,2 juta kilometer. Dengan dana dari Rolex Award, Bauer sekarang lebih ingin mengembangkan pasar di kota dan daerah sekitarnya sebagai batu loncatan untuk menyalurkan kit lebih luas di Filipina dan seterusnya, terutama Pakistan, India, Indonesia dan Sri Lanka di mana jutaan autorickshaws dapat dengan mudah di retrofitted.
Selain kit, Dewan kota Vigan menjajaki bentuk-bentuk teknologi lain untuk memecahkan masalah polusi, seperti kendaraan roda tiga listrik atau gas alam. Belum saatnya, karena harga yang terlalu mahal dan, menurut Bauer, jika diterapkan dengan tidak benar, dapat berpotensi menggeser masalah ke tempat lain: “Mesin 2-strokes dapat memiliki masa hingga 20 atau 30 tahun. Retrofit kit memungkinkan untuk mengurangi dampak lingkungan dari jutaan mesin 2-strokes yang sedang digunakan, dan akan tetap digunakan selama bertahun-tahun. “
Amory Lovins, seorang ahli di dunia sumber daya energi, setuju: “Envirofit telah membuatnya sedemikian praktis dan terjangkau … untuk memperbaiki mekanisme kendaraan 2-stroke dua di Asia. Para pengemudi berada didasar piramida ekonomi, dan ini kendaraan roda tiga adalah testamen kecerdasan dan etika kerja mereka,” kata Tim Bauer. “Pada akhirnya disuatu hari, kita dapat memperbaiki lebih baik dengan sebuah cylinder head, beberapa brackets, tentunya dengan kerja keras. ” Ini adalah imbalan yang terbaik. ” (by: Francesco Raeli)
sumber : rolexawards & envirofit.
Acara pentupan TA-LGSP di Simalungun
Tiga tahun sudah berlangsung program Technical Assistance LGSP-USAID di Kabupaten Simalungun, akhirnya pada tanggal 28 Mei 2009 dilaksanakan acara penutupan di Kantor Bappeda Kabupaten Simalungun di Raya.
Acara ini diawali dengan berbagi kata sambutan dari berbagai pihak. (ki-ka) Drs. Jumsadi Damanik MM KaBappeda Kab.Simalungun, Drs.Ojak Naibaho dari pihak legislatif, Ir Makhrum Sipayung Sekda Kab.Simalungun, Ir Agus Marpaung dari Organisasi Non-Pemerintah Kab.Simalungun dan salah seorang pejabat senior LGSP-USAID Jakarta.

Ir Agus Marpaung (Forum Ornop Simalungun) menerima cendera mata dari LGSP-USAID
sebuah komunitas “hurang sada”
Pengantin naik sado menuju tempat resepsi
Tampilan KDS Galaksi dan Perwasis di Pematangsiantar
Saya pikir,……….. Mereka, bahkan ibundanya yang melahirkan merekapun tidak menginginkan keadaan yang demikian, namun kodrat alam berlaku bagi mereka dan mereka hadapi dengan segala kegalauan lingkungan sekitarnya.
Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Galaksi dan Perwasis Siantar Simalungun melakukan Edutainment HIV/AIDS di Lapangan parkir pariwisata jalan Merdeka Pematangsiantar pada tanggal 15 April 2009. Dengan dukungan dari KPAD-Pematangsiantar, Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, CBR-Foundation dan Forum Ornop Simalungun.
Berbagai kegiatan yang pada akhirnya menekankan pencegahan HIV/AIDS dan penghapusan stigma HIV/AIDS dikedepankan.
Penampilan tarian Sitalasari dari daerah Simalungun
Penampilan KDS dari Bandung, Medan dan Siantar
Saya pikir,…. suatu penampilan berbagai talenta dan terasa agak istimewa karena justru mereka lebih berkiprah dalam promosi pencegahan HIV-AIDS.
Diskusi kontrak politik
Mereka berkumpul disuatu meja makan yang besar, dengan hidangan ’super besar’ yang disebut dengan DAU, pembagian makanan diporsikan 80 % untuk para elite yang jumlahnya hanya sedikit, sedang untuk sejumlah besar orang yang berdiri dijalan, disawah, dipasar sana akan diberikan sejumlah kurang dari 20 %, remah-remah atau ceceran yang terjatuh dari meja hidangan diperbolehkan untuk dimakan oleh ‘herder’ ataupun kucing yang menonton acara makan tersebut.
Siantar Hotel Pematangsiantar 30 Maret 2009, Atas prakarsa Lembaga Bantuan Hukum Pematangsiantar, dan pembiayaan swadaya dilaksanakan sebuah diskusi publik dengan topik : “Kontrak Politik, Siantar Simalungun bebas KKN, Mungkinkah.’
Pembicara utama adalah DR Arbie Sanit dari LIPI-Jakarta, didampingi oleh DR. Anton Sihombing dan dr Ria Telambanua sebagai pembicara yang menampilkan kasus aktual.
Para legislatif yang akan berlalu : Segudang persoalan dan ‘keanehan’ akan menyambut kedatangan para anggota legislatif yang baru di Pematangsiantar.
Saya, dikunjungi seorang caleg dan berkata ‘vote me’, ketika ditanyakan apakah yang akan dia perbuat bila dia telah duduk nanti sebagai anggota dewan terhormat, maka dijawabnya “Tupa disi do i”(belajar pada situasi). Pada caleg yang lain ketika ditanyakan, apakah yang akan disampaikannya sebagai wakil dari sekelompok konstituennya maka dijawab “Gabe jala Horas” (setuju saja). Mudah-mudahan para caleg yang akan bertarung bukan seperti ilustrasi diatas,……… sebuah pengharapan.
Para calon legislatif berkomitment dan membuat kontrak politik pada publik.
Kampanye ala Pematangsiantar
Ramai poster, sepi program.
Namun, persaingan program sangat sepi, bahkan belum ada, komitmen terhadap pemilih tidak jelas. Barangkali level demokrasi di kota kami masih dalam tahapan demikian.
—————-
Ayo,….. Kampanye Earth hour 2009.
Riuh benar dan bahkan sebal melihat kampanye yang ada didepan kita sekarang,… Tetapi yang ini, kami mengajak,… Ikutlah berpartisipasi dalam Earth Hour 2009 ditempat kita.
Earth Hour adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund), diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu yang tidak diperlukan dan peralatan listrik selama satu jam untuk memunculkan kesadaran atas butuhnya tindakan menghadapi perubahan iklim. Dirintis oleh WWF Australia dan Sydney Morning Herald tahun 2007, dan memperoleh partisipasi dunia tahun 2008.
Sampai satu miliar orang di seluruh dunia diharapkan untuk berpartisipasi dalam earth hours secara global dan dengan sukarela menonaktifkan lampu 8:30-9:30 malam waktu setempat.
17 Maret 2009, Sekjen PBB Ban Ki-moon baru-baru ini berjanji untuk mendukung Earth Hour, mengatakan ia memiliki potensi untuk menjadi “adalah demonstrasi yang terbesar kepedulian masyarakat tentang perubahan iklim.” dan sebagai salah satu cara untuk memberitahu para politisi dan berpengharapan untuk kemajuan Konferensi Perubahan Iklim Global di Kopenhagen, Denmark, ketika para pemimpin dunia akan bertemu untuk menggantikan konsep Protokol Kyoto. (youtube).
image source : worth1000.
Inovasi penggunaan anggaran dan motivasi untuk petani
Sebuah artikel Tempo interaktif, Tidak Bakar Jerami, Petani Sumbar Disubsidi Rp200 ribu, sebuah inovasi penggunaan anggaran daerah untuk memotivasi masyarakat petani menuju ‘green agriculture’. Sebuah pertanyaan,………… Apakah eksekutif dan legislatif di kota Pematangsiantar mempunyai minat untuk mengadopsi inovasi ini, sedang walikotanya sendiri adalah seorang insinyur pertanian.
sumber : gis.deptan.
Padang, Dinas Pertanian Sumatera Barat akan mensubsidi petani Rp 200 ribu bila tidak membakar jerami. Namun petani juga diwajibkan membuat kompos jerami untuk pupuk organik di sawahnya. Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat Djoni mengatakan selama 2009 ini sudah dianggarkan dana sebesar Rp 4 miliar untuk mensubsidi 20 ribu hektar lahan persawahan.
“Untuk satu hektar lahan petani akan disubsidi Rp200 ribu, agar mereka termotifasi membuat kompos dari jerami dan tidak lagi tergantung pada pupuk kimia, selain itu yang paling penting, tanah lahan pertanian saat ini sudah mulai “sakit” setelah bertahun-tahun teracuni oleh pupuk kimia” kata Djoni.
Menurut Djoni, saat ini petani di Sumatera Barat sudah mulai menggunakan pupuk organik untuk sayuran dan padi. Bahkan, menurut Djoni, mereka juga menggunakan agen hayati untuk pemberantasan hama tanaman.(Febrianti)
sumber : tempointeraktif.
Fungsi ganda.
perkusi tagading,…….. masa kini
Perdagangan 15 Feb 2009 – Pada acara hajatan pernikahan putri dari Pak Iskandar Sinaga di jalan Stadion Perdagangan. Disela-sela kemeriahan acara tersebut,……..terlihat suatu perkawinan yang lain, yaitu antara perangkat perkusi tradisional Batak ‘tagading’ dengan perangkat perkusi modern yang kita kenal sekarang ini. Demikian memikat dalam menampilkan lagu Simalungun ’sitalasari’, dibumbui dengan gaya dari boru Sirait sebagai perkusionisnya.

Sayangnya, bidikan kamera hanya memperlihatkan sedikit ‘tagading’

’sitalasari’ diiringi instrumen perkusi

Nona Sirait dengan stick perkusi yang tradisional
one city many people (2)
Seorang temanku yang relatif buta akibat suatu kecelakaan yang dialaminya, kuajak berkeliling kota Pematangsiantar dengan mengendarai mobil, namun setiap dia merasakan perputaran stir mobil dikala membelok dia selalu menanyakan “dimana kita sekarang”? Kuhargai pertanyaan walaupun dalam hatiku berkata “dia tidak melihat”
Kita sekarang dikelurahan Toba!……. Oh ya, katanya membenarkan.
Kita sekarang di Kelurahan Melayu!……. Oh ya memang kudengar sayup-sayup
Sekarang kita di jalan Cokro!……. Ehm
Kita sekarang di Kelurahan Simalungun!….. Oh ya aku mendengarnya.
Kita sekarang di Kelurahan Karo!….. Oh ya anda benar.
Kini dia yang menyatakan bahwa sekarang dia dikelurahan Sunda,…… Bukan, kita dijalan Sunda.
Aku tahu kita dijalan Nias sekarang, katanya…… Bukan
Kini dia kebingungan dan bertanya ‘dinegeri China’?……. Bukan, kita dijalan Sutomo.
Kini kebingungannya semakin bertambah ‘di Hindustan?……. kita di jalan Plangkaraya.
Pada akhirnya dia berkata : Terimakasih atas perjalanan ini, Saya tidak melihat tetapi indera pendengaran saya mendengar dengan jelas diantara keriuhan kehidupan terdengar sayup “cipta-rasa-karsa” dalam bentuk senandung disetiap lokasi yang kita lalui. Dan saya tahu belum semua kita jalani tetapi saya dapat menyimpulkan : All’s beautiful songs, and One city many people.
peningkatan kompetensi – kritik layanan publik
Tahap demi tahap telah dilalui, Forum Ornop Simalungun mengalami proses penguatan dengan difasilitasi oleh LGSP-USAID. Kini mereka sedang mengembangkan kompetensi diri mereka untuk sampai pada tahapan “dapat melakukan advokasi dengan berdasarkan suatu studi penelitian”, ataupun sebagai community self survey yang berdasarkan kaidah-kaidah penelitian.
Mereka bukanlah akademisi, hasil penelitian memang sederhana namun cukup untuk mengungkapkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik dibidang pendidikan, kesehatan dan penyediaan air minum. Yang pasti, akan diadvokasikan kepada otoritas yang terkait .

Agus Marpaung, dari CBR foundation menampilkan konsep survey pelayan
publik dibidang penyediaan air bersih

Bowo, dengan gaya yang menyegarkan dan penuh seloro memaparkan
hasil diskusi dibidang pendidikan
Pertemuan pada hari ini, akan ditindak lanjuti dengan pelaksanaan 4 kegiatan focus disscussion group di 4 desa di Bandar Malela Kabupaten Simalungun untuk lebih mempertajam berbagai determinan penelitian. Small is beautiful.
Terperogok mandi,… pantomin
Pematangsiantar 10 Feb 2009, pada saat jedah pertemuan LGSP-USAID di Restoran Jenar jalan Singamangaraja Pematangsiantar, Bowo (waria) salah seorang peserta pertemuan memperagakan pantomin “terperogok mandi telanjang”.

kalau cewek,…………….

kalau cowok,…………….

kalau bencong,…………..
ke Medan
-
petunjuk bagi mobil dari arah sebelah kanan (Parapat) menuju ke Medan
What,……. terong belanda?
Setelah bercape lelah dalam kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi cacat tulang pada hari ini di Yayasan Harapan Jaya Pematangsiantar, bersama tamu tim relawan dokter orthopaed dari Belanda makan bersama di Restoran Sehat Pematangsiantar.
Suasana cukup enjoy dan penuh canda membicarakan pertemuan yang serupa pada tahun yang lalu. Namun kami kelabakan juga menjelaskan kepada mereka tentang menu ‘juice terong belanda” yang sama sekali tidak dikenal di Belanda. Enak,… kata Nyonya Krupp dan Dr.Melinda setelah mencoba mencicipi. Please order to me.




























